……………………..

sering waktu, aku menyadari sesuatu. aku hanya wanita pada umumnya. aku menangis, aku cemburu, aku rindu, aku suka, aku cinta, aku benci, aku egois. aku selalu berusaha. membahagiakan orang lain dengan mengorbankan diriku sendiri. sampai aku lupa menyisakan perasaan untuk mencintai diriku sendiri. suatu waktu pun kadang aku berpikir. akankah ada yang mengorbankan dirinya demi ku? melakukan hal yang sama seperti ku? dan saking bodohnya aku hanya tertawa kecil. jangan kau harap ada orang yang seperti itu, setidaknya kamu jadi orang itu. dan lagi-lagi aku mengenyampingkan perasaanku. aku lupa semua akan berujung jadi lara. bahkan aku ingin belajar untuk tidak memikirkan orang lain dan tapi aku tidak bisa. aku ini apa sebetulnya? kenapa aku ini? penuh perasaan yang ingin membuat mereka senang berada di dekatku, walau kadang itu menyakitkanku, teramat, sangat.

Advertisements

Datang lagi

aku menangis, merasa sepi.
coba katakan padamu, tapi kau tidak mengerti.
memang salahku, ini salahku, kau tidak perlu mengerti.
tinggalkan saja aku, kalau kau ingin pergi.
dunia yang ku diami memang seperti ini.
biarkan aku, biarkan sedih begini.
nanti juga aku bahagia lagi.
dengan caraku,
sendiri.

Melawan Dirimu

 

aku terpaku dalam diam
menutup mataku dan menangis dalam-dalam
mengalihkan semua padanganku,
aku tak ingin tertuju padamu, saat itu
detik itu, menit itu.
dirimu tetap terbayang dan terlalu tajam
dirimu, saat itu bukan dirimu yang aku tau,
tetap berusaha menyelinap masuki pikiranku
sampai aku berusaha kaburkan semua itu
sekuatku, namun aku tak mampu.

 

Mimpi Semalam

Pagi itu, aku terbangun karena matahari sudah mengintip kecil dari celah jendela, membangunkanku dengan malu. Kamarku masih cukup redup. Ku mulai merenungkan mimpi semalam tidurku, tertegun. Mimpi yang selalu berubah. Menentukan perasaanku untuk hari itu.

Kadang suatu hari mimpi datang dengan tak menyenangkan. Membuatku gundah seharian. Seakan nyata dan terjadi. Padahal bodohnya, itu hanya mimpi.

Kadang suatu hari mimpi datang dengan sedikit bahagia, sampai aku bisa bahagia sekali. Namun bodohnya lagi, itu hanya mimpi.

Atau kadang, aku tidak mimpi sama sekali. Dan ketika bangun, aku hanya berpikir dan bertanya, “mimpi apa aku semalam?“.

Namun kali itu aku tidak tau harus bersikap apa dengan mimpiku semalam. Dan detik-detik itu, aku tidak bisa merasakan apa-apa. Hanya bingung. Dan ketika ku memikirkan hidupku, yang biasa ku gundahi, seakan semua itu yang tak nyata.

 

Hujan dan Mimpi

Derai hujan sore ini mengantarkanku pada sebuah mimpi
Seketika melihat bayang bayang
Apa yang ku pikirkan menjadi apa yang kuimpi
Memang hujan biasa menjadi latar
Rasanya semua redup dengan dentumannya per sekian detik
Aku terbungkam dengan senyum
Terpaku dalam bayang
Membayangkan indahnya sebuah mimpi
Aku tak ingin keluar dari pikiranku sendiri
Biarkan aku sejenak
Melupakan sedetik kenyataan yang ada
Dengan kamu, dalam mimpi itu