Akan Ada.

ketika kamu tahu mereka tidak tahu apa apa. berbicara sebagaimana inginnya. memunculkan pandangan pandangan seenaknya, semaunya. padahal sedikit pun tak pernah mereka berada di posisi yang sama. seakan mereka semua bersih dari sebuah dosa. seakan mereka contoh sempurna sebagaimana manusia. bagaimana pun akan ada yang merendahkan. memandang dengan pikiran pikiran negatifnya. akan selalu ada. sekeras apa pun akan berusaha menjadi orang yang baik sekali pun. tetap akan ada. biarkanlah mereka dengan hipotesa hipotes nya yang tiada akan ada akhir. padahal yang mereka ketahui hanya sekian detik dari beribu detik peristiwa. aku tidak ingin bermain suci. hanya mengatakan realita nyata. karena memang akan ada. semampuku tak terusik. walaupun aku hanya manusia biasa. namun selalu aku ingat. aku adalah pemeran utama dalam panggungku, hidupku. 

Ketika

Apakah kalian pernah merasakannya?

Di suatu detik dalam diam,

memandangnya begitu dalam.

Tak perlu beribu untaian kata,

ataupun banyaknya tangkai bunga,

untuk sekedar yakin.

Kau buat aku meyukaimu,

menyukai segala waktu bersamamu.

Tak perlu menjadi sempurna,

ketika kita bisa memandangnya dengan sempurna.

 

 

Belenggu

ketika ku ingat. pedih itu. semua jadi kelabu. juga hidupku. hidup itu. tiba tiba runtuh. tertutup debu. sampai jemariku mengijak kerikil yang tak sadar lukaiku. aku terlalu takut. langkahku ditemani tangis. juga tidurku. tanpa cahaya. aku tersesat. kau meninggalkankanku. lepaskan tanganku. memalingkan wajahmu. tak mengindahkan diriku. tak acuhkanku. aku berusaha untuk tinggalkan belenggu kesedihanku. rasanya sangat perih. teramat pedih. bagai tertusuk dan harus menariknya agar tak semakin menyiksa. memang kau sudah meninggalkan luka. tapi akhirnya aku tahu bagaimana caranya. mendaptkan hidupku kembali. walau dengan bekas luka. yang tak ku lupa.

Wanita Kecil

potret wajah lainnya. gadis belia yang memiliki begitu besar rahasia di hatinya. siapa yang tahu? dari goresan senyum dan tawanya, dari aura semangatnya yang menggebu-gebu, gadis ini hanyalah gadis yang rapuh. cerita di balik senyum itu dan semangatnya miliki sisi lain yang tak diketahui orang lain. gadis yang tidak begitu beruntung dengan kehidupan dunia. andai mungkin dia bisa sumpah serapah semaunya dia pasti akan melakukannya.

namun dia berdiri sekuat tenaga, memikul beban di dirinya, dengan ketegarannya. menjadikan dia begitu indah dalam raga auranya. cahayanya seakan memancar, dari goresan-goresan kisah hidup yang tak terbaca. tak di sangka. menutupi semua kisah hidup yang tak biasa. yakin dia akan tumbuh menjadi wanita yang luar biasa dengan berjuta cerita. ini yang dinamakan semangat murni seorang anak manusia dalam menjalani hidupnya.

Menghindar

selang beberapa hari setelah kebahagiaanku meredup. aku tak tahu mana yang nyata dan hanya ilusi semata. hari-hariku akan berjalan seperti biasa dengan perasaan yang sama. dalam hampa. menebar senyum hanya untuk tutupi lelah. hindari sunyi karena itu akan bunuh diriku dengan mudah. biarlah ramai jadi latar. setidaknya bayang itu sulit temukanku. walaupun pelik dunia tidak akan pernah berhenti. semua sesuai porsi. tapi aku tidak bisa selalu sembunyi. hanya Dia dan memang hanya Dia, yang mampu membuatku hidup kembali. tanpa satu pun titik keraguan.

Bagai Penjara

pintu kekhawatiran itu seakan terbuka lebar memanggil.

menariku dalam tenang, mengurungku dalam-dalam, dan tak melepaskanku

berusaha tuk cari jalan lain, berlari dan bersembunyi.

walaupun pada akhirnya mereka akan tetap menemukanku

dan sesaat sadarku terpanggil.

khawatir adalah tempat yang selalu singgahi.

sering berasamanya, di saat-saat yang tak ku duga.

menghantamku dengan keras, seakan memar sudah bukan suatu pedih lagi.

menikmatinya dan tak melawan seluruh perasaan.

mencoba berdamai dengan keadaan.