Belenggu

Ketika ku ingat, pedih itu. Semua jadi kelabu, juga hidupku. Hidup ini tiba-tiba runtuh, tertutup debu. Sampai jemariku mengijak kerikil yang tak sadar lukaiku. Aku terlalu takut. Langkahku berat ditemani tangis. Begitu pula tidurku. Tanpa cahaya, aku tersesat.

Kau benar-benar meninggalakanku. Malah kau berlari menjauh. Disini, aku berusaha untuk tinggalkan belenggu kesedihanku. Tinggalkan dirimu. Rasa yang sangat perih. Teramat pedih. Bagai tertusuk dan harus menariknya agar tak semakin menyiksa.

Memang kau sudah meninggalkan luka. Dengan bekas luka yang tak ku lupa. Mencoba kembali meraih kehidupanku. Sebisa mungkin. Walau tanpamu di sampingku.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s