Bagai Penjara

pintu kekhawatiran itu seakan terbuka lebar memanggil.

menariku dalam tenang, mengurungku dalam-dalam, dan tak melepaskanku

berusaha tuk cari jalan lain, berlari dan bersembunyi.

walaupun pada akhirnya mereka akan tetap menemukanku

dan sesaat sadarku terpanggil.

khawatir adalah tempat yang selalu singgahi.

sering berasamanya, di saat-saat yang tak ku duga.

menghantamku dengan keras, seakan memar sudah bukan suatu pedih lagi.

menikmatinya dan tak melawan seluruh perasaan.

mencoba berdamai dengan keadaan.

Advertisements

Author: Intan Hadiyanti

Perempuan yang hampir berusia 22 tahun. Beru saja menyelesaikan kuliahnya di bidang Ilmu Komunikasi, Jurnalistik. Cukup melalui banyak hal yang membuatnya sedikit kebal akan kehidupan dunia. Terlalu perasa, sensitif, dan peka. Lebih mendahulukan orang lain daripada dirinya. Suka menulis perasaannya dan peristiwanya, semoga kalian juga suka.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s