Pilu

Dia sudah jatuh berulang kali. Bangkit pun berulang kali. Padahal dirinya sudah habis energi. Dia hanya akan menjadi korban kekecewaannya.

Sudah tidak ada derai air mata di pipinya. Dan dia hanya akan tertidur dengan pilu. Bersama gelap. Dan harap yang pupus.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s