Siang Jakarta

Siang itu, Jakarta panas seperti biasanya. Gedung-gedung tinggi dengan pantulan cahaya dari kacanya. Tiang-tiang besar yang separuh jadi. Mobil yang saling mendahului.  Awan yang silih berganti menjadi penghias pandangku. Kala itu memang langit begitu cerah.

Begitu terang matahari yang melewati ke pupil mata. Aku menyipit. Mengurangi cahaya yang masuk. Ah aku selalu lupa membawa kacamata hitam, benakku.

Ku palingkan pandanganku ke arahmu. Disampingku. Pantulan cahaya itu. Cahaya yang masuk ke matamu. Membuat bulu di mata itu semakin jelas. Dengan wajahmu yang begitu tegas. Aku hanya terdiam, begitu pun dirimu. Aku memikirkan sesuatu. Dan dirimu, memandang ku dengan pikiranmu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s