Rasa

laluku jadi laraku

depanku jadi bahagiaku

seakan punya dua pintu dunia

atau bisa diri ini terbagi dua?

merasakan perasaan berbeda

disaat yang sama.

 

sedih ini menjadi bahagia

menikmati kesedihan

hanya dinikmati dan

mengingatkan aku bahwa

diri ini masih manusia.

teruntuk kau – laluku.

 

tidak mampu dusta

rasa ini menyenangkan

mendambakan ini

saat ini

perasaan ini

membahagiakan hati ini

yang sudah seperti debu

apakah kau hanya sepintas kebahagianku?

atau akan selamanya?

teruntuk kau – depanku.

Advertisements

Author: Intan Hadiyanti

Perempuan yang hampir berusia 22 tahun. Beru saja menyelesaikan kuliahnya di bidang Ilmu Komunikasi, Jurnalistik. Cukup melalui banyak hal yang membuatnya sedikit kebal akan kehidupan dunia. Terlalu perasa, sensitif, dan peka. Lebih mendahulukan orang lain daripada dirinya. Suka menulis perasaannya dan peristiwanya, semoga kalian juga suka.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s