Love? Please…

Kadang manusia suka lupa bersyukur. Banyak mengeluh, banyak menuntut, banyak lupa diri, merasa dirinya kurang. Tenggelam dengan kesedihannya yang tak berujung. Terlalu memuja cinta, yang tak lain memuja cinta pada manusia. “Galau” kata mereka. Konsep galau pada diri mereka kebanyakan tentang cintanya yang berjalan tak sesuai rencana, impiannya, harapannya, keinginannya.

Saya pernah di dalam keadaan ini. Sekali, dua kali, sampai pada akhirnya saya mengerti dan sayapun belajar banyak. Cinta manusia tidak akan pernah kekal sama sekali. Itu prinsip saya. Seperti yang saya tulis di tulisan saya yang sebelumnya. Saya hanya tersenyum ketika melihat kebanyakan orang di umur yang beranjak dewasa, terlalu mengkhawatirkan tentang cintanya. Kebanyakan berurusan dengan hati. Sakit hati adalah penyakit masa kini. Tidak dapat disangkal lagi bukan? Rasanya patah hati sudah menjadi trend.

Ketika sebuah pengharapan pada manusia yang berhubungan dengan cinta berujung jadi lara. Segala hal menjadi terasa sendu. Semangatpun menjadi luruh. Hidup terasa hampa. Merasa jadi orang yang paling tersakiti, paling di dzalimi, paling merana di muka bumi. Kegalauan beralurut yang saya rasa hanya menyia-nyiakan waktu untuk hidup.

Ketika saya pernah berada di posisi ini. Saya introspeksi diri. Segala hal yang membuat saya merasa terpuruk membuat saya sadar. Seberapa beruntungnya saya. Mengingat masalah yang saya hadapi adalah masalah yang sangat kecil  dibandingkan dengan masalah orang lain di luar sana. Apalagi hanya masalah cinta. Astaga! Tapi di moment ini saya banyak sadar, banyak hal yang lebih penting untuk dipikirkan. Tanggung jawab untuk keluarga, beragama, dan jadi manusia yang lebih berkualitas.

 

 

 

Advertisements

Author: Intan Hadiyanti

Perempuan yang hampir berusia 22 tahun. Beru saja menyelesaikan kuliahnya di bidang Ilmu Komunikasi, Jurnalistik. Sedang menjalani kehidupannya untuk menjadi wanita dewasa. Senang sekali berbahasa Indonesia. Masih mencari hal yang benar-benar diinginkannya. Cukup melalui banyak hal yang membuatnya sedikit kebal akan kehidupan dunia. Terlalu perasa, sensitif, dan peka. Lebih mendahulukan orang lain daripada dirinya. Suka menulis perasaannya dan peristiwanya, semoga kalian juga suka.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s